Monday, 23 June 2014

Aku Terpesona


Dear..Kasih

21 Juni 2014, Sabtu pagi itu sekitar pukul 09.30 WIB, Dia berhasil membuat pipiku ini merona tuk kesekian kalinya.

Hari itu adalah hari dimana pembagian rapor para pelajar. Dan aku melaksanakan tanggung jawab sebagai seorang kakak untuk mengambil rapor dari Adik perempuanku yang bernama Cindy Aprilosa (yang aku lebih senang memanggilnya dengan Cindy Sukacita, meski terkadang aku juga memanggilnya dengan gigik).

Namun, sebelum beranjak ke tempat dimana Cindy menuntut ilmu, “meski sebenarnya ilmu tak perlu dituntut”. Terdengar kabar sukacita yang membuatku tersipu, kabar dari hasil rapor keponakan perempuanku, Yemima Yonesta. Kalian boleh memanggilnya dengan Mima, yang mendapat peringkat ke 10. Horeeee!!

Yaa..aku tersipu. Sebab teringat setahun lalu, ketika aku memutuskan untuk stay di Binjai dalam kurun waktu yang tidak ditentukan, pernyataan yang kulontarkan dengan Mima adalah : “Nakku, kam harus mendapat peringkat 10! Peringkat ke 10.” Lalu, ku pandang wajahnya yang menatapku ragu, meski ia menjawab: “Iya, Ude..” (Ude dibaca: tante/bibi)

Sekilas tentang Mima. Keponakanku yang satu ini lebih bersemangat mendengarkan lagu daripada duduk diam dengan sederetan buku dan pensilnya yang harus melukis tentang angka-angka (hitungan). Belum lagi dia harus bisa membaca dengan lancar. Itu membuatnya agak tertekan, kelihatan dari ekspresi wajahnya. Akan tetapi,  Mima ini cepat sekali menghapal sebuah lagu. Ketika dia mendengarkan lagu baru, terlihat wajahnya penuh konsentrasi dan damai. Lalu..setelah 2 atau 3 kali lagu itu didengarkannya, maka dia akan mulai menyanyikan lagu tersebut dengan lengkap dan benar!

Kelak suatu saat nanti kam membaca tulisan sederhana Ude ini, inilah isi hati ude setiap kali melihat perkembangan & kemajuan ndu: “Yemima, Anakku ini memang istimewa! Ude sayang sekali sama Mima. Tetap tumbuh cerdas jadi anak Tuhan yang hebat, nakku”

Lalu apa yang membuatmu tersipu, Rut?

Jelas aku tersipu.. ternyata Dia mendengarkan pernyataanku dengan Mima waktu itu, Setahun lalu. Ituloh yang aku bilang “Mima harus peringkat 10”. Dia selalu mendengarkanku, memperhatikanku. Apa gak terlena ..  sor kali awak lho wee.. :D

Lalu, sesampainya aku disekolah Cindy, terlihat suasana yang padat. Datanglah seorang Bapak menghampiriku “Motornya parkirkan ke dalam aja dek..masih muat kok” (lalu diserahkannya kartu tanda parkir). Dengan santai..aku masuk, memarkirkan motor dan berjalan menuju ruangan Cindy.

Guru Wali Kelas pun menyambut kami dengan ramah. Wajar saja, ternyata Cindy masuk dalam peringkat 10 besar dengan nilai yang tetap bagus. Yeess!!!

Sekilas tentang Cindy. Setiap orang yang pertama kali melihat adek perempuanku ini, berpikir bahwa dia adalah perempuan yang cantik, pendiam, tertutup dan pemalu. Mereka gatau aja kalau si gadis yang kelihatannya misterius ini bahkan mampu mengarahkanku soal CINTA. Can’t you believe it?!

Dia memang cantik tapi ga semisterius itu kok, cuma memang “Agak sulit disentuh”, turunan kakaknya B) hahaha..
Okeh satu lagi, mendapat peringkat 10 besar bukanlah sesuatu yang “wow” lagi buatnya. Jadi aku hanya tersenyum lebar, menyalaminya dan bilang: Congrats Cindy, kam ingatkan kalau kakak lebih suka dengan kata tingkatkan! Daripada pertahankan!?

Setelah itu kami berjalan ke parkiran hendak pulang. Mengeluarkan motor dengan agak kelimpungan karena koridor parkir semakin padat. Bahkan, ketika ingin bergerak keluar dari gerbang sekolahpun macet. Seraya menunggu, tiba-tiba mata kami berdua secara bersamaaan tertuju pada sosok 2 orang yang ada disudut gerbang sekolah. Kalian tau ada apa?

Itu...ituuuu..ituuuu ada tukang parkir!!! Dan aku tidak membawa uang sepersen pun, kawan...begitu juga dengan Cindy. Bagaimana aku membayar uang parkir ini???

Dengan kilat berdiskusi dengan Cindy, agar dia mencari seorang temannya dan minjam uang seribu rupiah. Namun, nihil! Tak ditemukan seorangpun kawan Cindy saat itu.

“gimana ini Kak?” nada tanya Cindy tersirat ketakutan

Aku diam, Heart beat fast..keringat jagung mulai nimbul di jidat, mungkin di ketek juga..ntahlah.

“Iya..bagaimana ini Tuhan? Apa yang harus kulakukan Roh Kudus? Please ajari aku. PLEASE!”

Posisi motor hampir mendekati tukang parkir tersebut. Ingin mundur berbalik arah tidak mungkin, karena dibelakang sudah mengantri motor lainnya.

Dan saat itulah.. aku merasakan angin berhembus menghapus keringat jagungku. Lalu, aku tenang. Dia mengingatkanku dengan salah satu nasihat mendiang Bapak padaku, seperti ini:
“Wanita cantik adalah wanita yang berani, nakku. Itu baru namanya Tuan Putri, Bapak.”

Setibanya giliran motor kami. Matakupun beradu pandang dengan sepasang tukang parkir ini. Dengan penuh keberanian aku mengatakan: “Pak, Bu..aku minta maaf kali ini. Aku ga bawa uang sepersen pun. Aku  minta maaf kali Pak, Bu.”
Mereka terdiam sebentar lalu saling menatap. Setelah itu menoleh kembali padaku sambil tersenyum lebar : “iya gapapa dek..silahkan lewat.”

OH..THANK YOU, GOD!

Seriuslah makin terlena kali..makin sooorrr kaliii.. terpesona awak weee dibuatNYA.
Kalau ada lagu yang berjudul “Bagi Tuhan tak ada yang mustahil” maka aku berani menulis: “Bagi Tuhan tak ada hal sepele”

Uang seribu, tukang parkir..bukankah itu sesuatu yang sering sekali kita lihat dan temui di kehidupan sehari-hari?

Aku yakin, kejadian ini terjadi sebagai hadiah untukku, jadi ketika aku mengungkapkan kepada sesama bahwa aku adalah seorang yang suka dengan kata apa adanya, biarkan mengalir namun tetap maksimal. Namun, Jarang yang mengatakan “Ya aku paham maksudmu, Rut” jadi..itu tidak terlalu penting lagi sekarang, karena aku cukup menceritakan dengan singkat tentang kejadian ini, maka setiap telinga yang mendengar kejadian ini mereka akan teringat bahwa “Setialah pada perkara kecil ”, jadi..mereka akan mengatakan “Ya aku paham maksud Tuhan, Rut.”

Apakah kalian benar-benar mengerti apa yang ku bicarakan dalam tulisan ini?
Kalau iya, ada berapakah jumlah kata “JADI” (yang berimbuhan/tidak) dalam pembicaraan kita ini?
kalau tidak, mari hitung lagi dengan membaca kembali. ^_^

Sampai malam aku masih tetap tersenyum sipu atas perbuatanNya padaku.  Dia penuh kejutan, Dia memperhatikanku, perduli denganku, mendengarkan, membimbingku dan yang pasti Dia sosok paling romantis yang ku miliki.

Aku percaya, saat ini Dia sedang mengamatiku dan mengamatimu.

“Bapa, yang bersama denganku seumur hidup nanti adalah yang mengasihimu lebih dari apa pun. Mau terus belajar dariMu untuk memperhatikan, perduli dan membimbing. Juga ajari dia untuk memberi kejutan padaku dan bersikap romantis sepertiMu, boleh ya Bapa? Amin.” (Semoga yang ini juga di bacaNya..ekh enggak “semoga” deng. Tapi pasti dibacaNYA.)

Ku tutup tulisan ini dengan mengutip penggalan dari sebuah lagu.
KAU UBAHKAN HIDUPKU
"Sungguh KAU mempesona..S'gala perbuatanmu, Hapuskan raguku"  
*pam pam param pam pam..!!



Salam penuh kasih dariku.

Monday, 19 May 2014

Rut Hampir di Perut Ikan !

                                       “ALLAH saja sudah cukup.”


         Tulisan ini adalah tugas yang wajib ku lunaskan kepada seorang adik perempuan yang juga mengagumi sang Pencipta. Untuk kam, Gustia :  Sempat berpikir bahwa aku terjebak dalam percakapan dengan ndu karena sesungguhnya aku juga sedang dalam situasi yang sama. Ya.. kita sama-sama terjebak dalam banyaknya batu pijakan untuk kita melompat! Maka dari itu, aku meminta waktu lebih ke kam untuk menyelesaikan tugas penjelasan ini. Aku menunggu maksud dari Tuhan dengan amat kebingungan. Hingga aku meminta untuk tidak menjelaskan hanya dengan teori melainkan dilengkapi dengan kesaksian. Dan inilah dia jawaban dari kakak untuk pertanyaan ndu, dekku. J


        Akhir Mei ini, genap setahun 3 bulan aku di kampung halaman, Binjai. Dan selama itu jugalah aku sering ingin berlari dari kota ini, selama itu jugalah aku sering kesal sama Tuhan. Begitu banyak pilihan yang berbondong-bondong menyerbuku untuk berlari. Tetapi, Tuhan malah mempertemukanku dengan anugerah-anugerahNya untukku bertahan disini. Dan.. semakin sering aku bertemu dengan anugerah-anugerah itu, maka semakin seringlah ku ucapkan ini:
“Arghh.. apa ini maksudnya Tuhan? Wong aku ga tau opo-opo kok. Jebakan batman ini!!!”

        Banyak proses kejadian-kejadian ajaib yang ku lalui selama disini. Sampai akhirnya, Tuhan memberikanku kesempatan di tanggal 3 & 4 Mei 2014 lalu untuk mengambil bagian melalui ajakan sahabatnya kakakku yang menjadi pembicara di Retreat Keluarga Besar STMIK KAPUTAMA Binjai di Deli Tua, Talun Kenas.

Dengan subtema: “Hal yang paling beresiko yang pernah kita lakukan adalah ketika kita menyerahkan kehidupan kita kepada Kristus.”

JLEB! Tau gitu temanya.. ga usa ikutan aja deh *jebakan batman again -__-‘

        Sesuai kesepakatan, bagianku adalah bagian sesi doa dalam acara retreat tersebut. Karena Roh Kudus tercurah saat itu, banyak adik-adik KAPUTAMA yang disentuh sehingga menangis kencang bahkan ada yang sampai tersungkur pada Allah meminta keberanian untuk melompat, untuk mengambil resiko. Termasuk aku! (mungkin mereka tidak menyadarinya.. bahwa aku ini juga sedang meminta hal yang sama)
“Bapa, selama ini aku ingin sering berlari..tetapi selalu tak dapat. Okeehh.. kali ini aku ingin melompat! Bagaimana menurut Kam, Bapa?”

Setelah acara itu, aku pulang membawa keberanian lebih! J

Ya.. aku meminta lompat..tetapi Tuhan malah memberiku begitu banyak batu loncatan untuk di pijak. *mau ngasi jebakan batman lagi, Tuhan?

         Beberapa hari setelah itu, ada batu loncatan yang besar dan nyaman untuk di pijak, yaitu: diterima di slaah satu perusahaan ddi Jakarta. Lalu apa? Yang ku bayangkan adalah akhirnya aku bakalan bisa beli susu buat Mamak pakek uang hasil kerja sendiri dan sukacita! Lalala yeyeye..
But you know what guys.. “STILL CAN NOT”

          Kembali melihat wajah anugerah-anugerah itu. Senyum, tawa, sedih, cerita..mereka penuh warna! Aku suka banyak warna. Akhirnya, ntah mengapa ku putuskan untuk tidak melompat di batu pijakan itu. Mungkin salah satu faktor aku tak mampu melepaskan anugerah-anugerah ini adalah karena mereka seperti pelangi, penuh warna. It means.. see you next time "JOB!"  

Apa setelah mengambil resiko itu aku lega? TENTU TIDAK!

Seiprit dari omelan ga jelasku ke DIA:
   “Tuhan, aku mau marah sama Kam! Apa si maksudnya Tuhan?? Aku mau meraih mimpi!! Aku ini wanita yang tidak ingin nantinya hanya sebatas mempunyai usia yang matang tetapi juga ingin penghasilan matang, karakter yang matang..pokoknya pribadi jasmani rohani yang matanglah buat masa depan kelak! Kalau begini terus kapan bisa matangnya Tuhan??!!! Gemesss dehhh.. Disini tuh aku cuman modal “mau”  Tuhan, aku ga tau apa-apa! tapi sampai kapan Tuhan maunya aku tuh kek gini?”

Bla bla bla and blaaaa... inilah dia puncaknya: 17 Mei, sampai lah di hari KKR Sumatera For Jesus, Festival Kuasa Allah oleh Pdt.Philip Mantofa di Polonia, Medan.

           Aku bersama sebanyak 27 anugerah-anugerah itu dibawa terbang ke awan-awan permai, ada aliran listrik di tubuh, lidah kami pun mengucapkan bahasa yang tak dimengerti, bahkan ada yang di bawa jalan-jalan oleh Tuhan ke berbagai negara. Dan hal ini adalah kerinduan yang sudah sangat lama kami inginkan terjadi dalam hidup kami. Namun, sebelum aku mengalami itu, Tuhan menyuruhku untuk membuka mata dan melihat anugerah-anugerah itu mengalami ini (kerinduan mereka). Lalu aku bersukacita..sangat bersukacita dan aku menutup mataku, kembali di bawaNya semakin terbang tinggi!

         Setelah itu, ketika Pdt.Philip menjelaskan bahwa tersedia kolam baptisan bagi siapa saja yang ingin di baptis. Maka, 9 orang dari 27 anugerah itu menghampiriku dan berkata : “Kak, aku mau di baptis!”

          Menemani mereka menuju kolam, satu per satu memeluk mereka sebelum nyemplung ke air, menyaksikan mereka ditenggelamkan lalu muncul kembali di permukaan air, sampai akhirnya mereka keluar dengan baju gantinya dan tersenyum lalu kembali kami berpelukan. HARI BARU!

          Ternyata inilah hasil dari resiko yang ku ambil. Sukacita yang kurasakan tak kan pernah sebanding dengan diterimanya aku bekerja, meski itu perusahaan yang bonafit. Posisi yang akan ku dapatkan di perusahaan mungkin tak kan pernah sebanding membuatku merasa sangat berarti seperti sekarang ini.  :’)
       Dan kalau aku tidak mau dicampakkan ke Binjai City ini, aku tak kan mendapatkan hadiah pemberian kata-kata melalui sebuah lagu yang berjudul "Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki", by: SO7
Meski sebenarnya.. akulah yang bertemu dengan anugerah-anugerah yang indah dari Tuhan disini.



Kata Resiko memang menakutkan, menyulitkan, menuntut, dan tidak nyaman. Namun, berserah kepada Allah tanpa menyerah sungguh setimpal karena Allah saja sudah cukup.

Ya.. sesungguhnya Allah memakai adik-adik ini semua untuk membuatku berani mengambil resiko. Kalianlah batu pijakanku untukku melompat. Adik-adik ini kusebut anugerah-anugerah dari Tuhan, ku panggil dengan kesayangan-kesayangan. *hug


video




Yuk kesayangan-kesayangan..kita berdoa bersama-sama melalui doa yang kakak kutip sebagian dari J.R.BRIGGS dalam bukunya yang berjudul “Ketika Tuhan berkata LOMPAT!”

“Tuhan jadikanlah aku pemberani. Berani untuk berdoa dengan sepenuh hati, berani untuk mengenalkan Kristus, untuk hidup penuh arti, berani untuk tertawa dengan keras, perduli dengan tulus, mengasihi dengan penuh keindahan, mudah untuk mengampuni, hidup yang kaya, berani untuk berbuat sesuatu yang orang lain pikir tidak dapat aku lakukan, berani untuk memenangkan petualangan, BERANI UNTUK MEMBUAT SEJARAH. Akan sangat berbeda jadinya jika dunia ini dipenuhi orang-orang yang hidup dengan berani dan bergairah akan misi Kristus. Dan bagaimana jika hal itu dimulai dari diri aku? Bagaimana rasanya jika dikenal sebagai seorang yang liar, berbahaya dan tidak takut pada siapapun atau apapun? Tuhan, inilah hidup yang ingin ku persembahkan bagiMu. Amin”


Untuk jawaban tepat atau tidak, melangkahlah dengan iman. Seandainya pun jalan yang kita pilih jauh dari jalan yang Tuhan mau atas hidup kita, Tuhan tetap akan menuntun untuk kembali.

Ada seseorang yang mengatakan ini padaku: “HIS plan.. you will find the journey.”


APA JADINYA JIKA TADINYA AKU TIDAK BERANI MENGAMBIL RESIKO INI? 
Sudah pastilah sekarang aku berada di PERUT IKAN!  ^_^




Tulisan sederhana yang penuh salam berani & kasih mesra dariku, God Bless.

Saturday, 18 January 2014

Sebenarnya Apa yang Kita Beri Kepada Kata "Memberi"?

Eeeaaakk... ini dia tulisan perdana awak di tahun 2014 ini, kawan!

monggooo..silahkan dinikmati..anggap aja blog sendiri yak.. ^_^

Ungkapan dari hati terdalam : "Aku tahu, Tuhan yang sedang menuntunku dalam perenungan ini."


Pada sekitaran akhir bulan September 2013, “beberapa orang” yang sangat mengasihi Allah ini mengajakku ke satu tempat tujuan utama tetapi melewati dan melihat banyak kota dan didalam mobil selama lebih dari 20 jam! (y)
 Well..ini adalah perjalanan keluar kotaku yang kedua setelah wisuda.
 BENGKALIS!
Yeah..kota yang menjadi tujuan utama kami. You know what guys.. Jangan harap kalian melihat pelanggaran lalu lintas disini, karena para penduduk Bengkalis sangat menghargai lampu lalu lintas dan segala antek” peraturannya. Seakan-akan sudah tertera tulisan di kening mereka “SAYA TAAT LALU LINTAS”.

Kami sepakat memilih warung kopi sebagai tempat pelabuhan awal kegiatan di pagi  yang merupakan hari kedua kami berada di Kota yang bersih, tenang, tertata dengan rapi dan memiliki gedung pemerintahan sangat elit ini.

Bincang-bincang sederhana & canda tawa melengkapi menu sarapan pagi yang sudah bertengger di meja dan siap untuk disantap ini. Dan saat itulah, mataku tertuju pada sosok tua yang duduk di meja tepat diseberang kami. Seorang Bapak yang mengenakan topi peci dengan sebungkus rokok menemani kopi yang dipesannya. Lalu, Bapak itu tersenyum padaku. Sedikit kik-kuk, ku balas senyumannya. Namun, selang beberapa menit ku lihat pengunjung yang meninggalkan warung kopi ini memberi uang seribuan, kadang uang logam pada Bapak tersebut. Seperti tunawisma, Bapak itu menyambut uang tersebut sambil mengucapkan “Terima Kasih”.
Oukeh.. RALAT! bukan “seperti tunawisma”, melainkan Bapak itu memang seorang tunawisma. Guess what?! Kota yang bagaimanakah ini sampai Tuna Wismanya saja sebeken ini, man!

Ntah mengapa.. moment itu menjadi perenunganku selama perjalanan pulang menuju Binjai. Dan membuat  satu kata lalu lalang di otakku, yaitu :
“MEMBERI”

Banyak diantara kita, termasuk aku dulunya .. salah fokus dengan kata tersebut. Contoh kecilnya saja, dalam hal memberi persembahan pada perayaan ibadah minggu gereja. Sebelumnya aku berpikir bahwa, itu memang suatu kewajiban. Lalu, mengenai persepuluhan. Aku berpikir bahwa karena aku belum memiliki penghasilan sendiri jadi tak perlu memberikan persepuluhan buat Tuhan. Ting Tong!
Atau terkadang.. kita salah menangkap maksud dari pendeta yang mengatakan “Berilah maka kamu akan di beri” ..ehm.. kalimat yang lainnya : “ Ketika Engkau memberi buat Tuhan maka berkat akan melimpah atasmu”
Tentu saja kalimat pendeta yang sering saya dengar itu tidaklah salah. Tetapi, “memberi” seperti apakah yang kita maksud, kasih?

Kalau kita “memberi” dengan tujuan agar Tuhan melimpahkan berkatnya untuk kita, maka tidaklah ada yang kamu berikan dengan kata “memberi” tersebut.

Mari kita bacakan kalimat ini dengan suara yang lantang :
“Saya memberi untuk Tuhan karena rasa syukur atas kelimpahan berkat yang diberikanNya bagi saya.”

Kebanyakan dari kita ketika disinggung dengan kata “memberi” maka yang langsung terlintas adalah berupa uang/barang. Ouh..C’mon guys.. kata “memberi” tidak sesimple itu. Kita naikkan level makna  “memberi” yuk..
Senyuman tulus, perhatian, pengertian, motivasi, perkataan positif,  sorotan mata yang memancarkan keikhlasan, Jabatan tangan yang hangat... itu semua masih sebagian kategori dalam kata MEMBERI.

Memberi itu bergandengan tangan dengan Kasih. Mereka berdua bak pahlawan tanpa tanda jasa. Memberi dengan tulus tanpa menuntut balasan.

Coba amati kalimat ini dan rasakan perbedaannya : “Alasan satu-satunya aku memperhatikanmu adalah karena aku mengasihimu.”
What do you feel? J

Kasih, Maukah kita menjadi partner dari kata “Memberi” tersebut dengan menabur ke semua orang? Karena... apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai.
Dengan demikian, kita sudah memberikan makna yang terbaik dari kata “Memberi”.
Ho..Ho..Ho..Sudah saatnya kita beramai-ramai menuai ! Go GIVER!!!

Sampai jumpa di perjalanan berikutnya! Umaaahh...


Tuesday, 3 December 2013

Biarkan aku mati ketika ...

Aku selalu yakin bahwa tidak ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini. Semua sudah ada yang mengatur. Bahkan ketika kamu naik angkot dan duduk disebelah seorang nenek dengan supir angkot yang memakai baju warna kuning.. itu juga sudah ada yang mengatur.

      Semuanya punya maksud tersembunyi yang bakalan kita temukan!


Termasuk bertemu dengan seorang wanita hebat yang satu ini. Seperti kebiasaanku, aku selalu bertanya “Apa maksud Tuhan mempertemukan aku dengan orang ini?”. Demikian juga pertanyaan ini ku lontarkan ketika dari bandara Polonia langsung nembak bertemu dengan beliau di rumahnya. Ingatanku masih segar, saat itu disekitaran akhir bulan Februari.

Wanita ini ibarat kado yang diberi Tuhan buatku, tapi Tuhan nyuruh buka kado ini pelan-pelan.
“Pitanya dulu ya, nak.. abis itu perekat yang disebelah kiri, lalu perekat disebelah kanan, kertas kadonya juga dibuka perlahan saja...”

Desember 2013 ini, usia perkenalanku dengan beliau masih 10 bulan. Tetapi, suami yang sangat mengasihi wanita hebat ini mengatakan kepada Mamak: “mereka seperti sudah kenal sejak kecil ya, mi.”

Waktu itu, di mobil perjalanan menuju Medan dari Bengkalis, wanita hebat ini pernah bertanya : “umurmu brp, Rut? Kok bisalah umur kita yang sejauh ini bisa nyambung ya?” (lalu mikir sebentar and then.. cekikikan bareng-bareng)

Yaarrpp!! Bengkalis adalah salah satu tempat yang pernah kami tuju bersama-sama dengan Tn.Alex Manurung (suami beliau) & Tn.Yonesta Ginting (abang iparku dari kakak no.2).  Perjalanan menuju Bengkalis melewati banyak sekali kota.

Jakarta-Bekasi-Kalimalang-Bandung : sebagai trip pertama kami berdua, yang kami beri nama : “4 hari yang istimewa bersama Yesus yang termanis”, dan 30 Nov 2013, kami terbang bersama menuju Kuala Lumpur.

Banyak sekali hal yang menjadi PR ku sebagai seorang wanita ketika bersama beliau. Aku memperhatikan dari segi posisi beliau sebagai ibu rumah tangga, memiliki 3 orang anak hebat yang bernama : Yehezkiel, Yonathan & Yesarah. Memperhatikan dari segi pelayanan juga dari segi pekerjaan dan pengalaman hidup beliau. Bersama keluarga ini aku merasa seperti kuliah berjalan. B)

Begitu banyak cerita kasih yang kami lontarkan satu sama lain, bahkan perjalanan dari Indo menuju KL saja serasa naik angkot Binjai->Medan.  Baru sekali ini, aku tak berniat melihat arloji ku ketika di pesawat.

Namun, ada satu hal yang membuat seluruh sarafku bergejolak!
Wanita hebat ini berkata, begini: “Tuhan, biarkan aku mati ketika gambaranku sudah hampir serupa dengan-Mu.”
Wow!! Seandainya semua orang didunia ini mempunyai pemikiran dan permintaan yang sama seperti itu kepada Tuhan, bukankah Kasih akan semakin merajalela?

Mungkin kebanyakan dari ibu rumah tangga berpikir : “janganlah dulu aku mati Tuhan, belum lulus sekolah anakku..nanti siapa yang jaga mereka?”
Pertanyaan yang sangat klise, sosodarah!
“siapa yang menjaga?” SUDAH PASTI ADA TUHAN YANG MENJAGA!

Tujuan yang salah dalam hidup merupakan salah satu faktor yang membuat kita takut akan kematian.
Kebanyakan dari kita memilih tujuan menjadi kaya, sukses dalam karir, terkenal dan sebagainya.  
"Mengejar Kerajaan Surga" dan semuanya akan ditambahkan pada kita : That's the point!


Inilah salah satu dari sekian banyak maksud tersembunyi Tuhan yang sudah terkuak ketika Tuhan mempertemukan aku dengan wanita hebat ini.
Perkenalkan, Wanita hebat ini bernama Renova Elisabeth Panggabean, dan kami sama-sama penyuka kata “KASIH”.

Ini dia salah satu moment yang kami abadikan bersama ketika berada di Malaysia International Exhibition & Convention Centre :
Bersama Ny.Henny Santosa, Distributor Nu Skin (Tim Elite) juga Pengusaha Alphard Indonesia.

Daaannn.. ini dia kapal pesiar kami untuk kembali ke Medan!! -_-'

Kami masih menunggu maksud Tuhan mempertemukan kami dalam perjalanan selanjutnya yang masih tersembunyi.
Okeehhh..itu saja dulu, sosodarah!

Jadi, kamu mau mati ketika???

Sunday, 24 November 2013

Kami berawal dari Ho.Me !

Kasih, Damainya cara Tuhan mempertemukan kami. 

Ya..berawal dari rumah. Udara di dalam rumah bak telinga yang selalu sedia mendengarkan cerita kasih kami. Setiap benda dirumah menjadi saksi dari tangis murni dan tawa renyah kami. Namun, setiap pribadi dari kami masih diam dalam mimpi masing-masing.

Saat itu, 24 Oktober 2013, kami merasakan sesuatu. Disini, dihati kami.
Hati yang berbeda yang sedang bergejolak. Seperti ada sesuatu yang berteriak didalam sini : " Hei, man.. let's do more!"  dan ada yang menggedur-gedur pintu hati ini : "aku ingin keluar dari sini. Kenyamanan ini membuatku tidak nyaman, kawan!"
Sampai akhirnya, kami sadar bahwa hati kami sedang saling merangkul sekarang. Dan mimpi-mimpi kami mulai terkuak, pecah dalam kediaman.

Meski kami belum tau baiknya bagaimana, kearah mana, berbicara apa. Tetapi satu hal yang sudah di design dalam benak kami, yaitu: "bahwa kami ada untuk sesama dan kita menjadi sesuatu untuk kemuliaan Tuhan."

Kami percaya, Tuhan sudah memperlengkapi kami dengan senjatanya, maka kami berani melangkah. 
Yup! kamilah pemburunya Tuhan. Memburu banyak hati agar saling merangkul!

And you know what guys.. kami belum tau menyebut ini semua dengan apa.
"The haunter" ? Oh..c'mon!! sang pemburu baiknya memburu dengan diam, hewan saja bisa sembunyi melihat kami sambil teriak : "Wacth out! the hunter is comiiinnggg!!"

Saat itu, sekitar pukul 02.00 dini hari, salah seorang dari mereka masih terjaga. Berbincang dengan pikirannya sendiri.
"kelak, mau diapakan kah hati yang kami buru?" lalu, hati ini kembali bergejolak, memerintah untuk melakukan sesuatu. Dan kembali tenang ketika berhenti kata "karya".

Dia yang terjaga ini, mereka panggil dengan "Kakak". Dan dia sangat merasa teduh dipanggil dengan kata itu. Cukup "Kakak".

Kasih,
Tangisan pertama yang kita keluarkan ketika lahir adalah bel sebagai suatu tanda bahwa sejarah kehidupan dimulai. Setiap apa yang kita lakukan, akan terukir di dinding bayangan kehidupan. Maka demikian, tak seorangpun dapat melarikan diri dari sejarah.

Rumah, mimpi, hati, karya dan sejarah. Apa semua ini?

Allah menganugerahkan kita sebuah hati untuk mengasihi Allah sehingga dapat mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri sebab kita adalah karya terbesar Allah. Itulah awal pembukaan sejarah kita yang terukir, ketika bel itu berbunyi untuk pertama kalinya.

Dan pada tanggal 4 November 2013, acara anak muda sumut dirumah mami. Saat itu, kakak membaca mimpi dari tiap anak-anak muda ini yang dituangkan kedalam bentuk tulisan disebuah kertas, membuat mimpinya disiram air segar, dipupuk dan tumbuh kembali.

Semakin yakin atas jawaban yang Tuhan beri untuk sebutan para pemburu ini, sosodarah!

Kami duduk dikolong langit, lalu kakak menuangkan semuanya kepada mereka. Mereka adalah adek-adeknya kakak.



Mulai melepaskan anak panah pertama kami dirumah dan mengenai hati mereka yang lainnya..yeaahh adek-adeknya kakak!


Ho.Me berawal dari rumah yang berarti HistOry MakEr. Mengajak para history maker lainnya untuk memburu setiap hati agar merealisasikan karya terbesar Allah di diri sendiri, keluarga, Binjai kotaku kotamu kota kita semua, IndONEsia kita!
Be the real history maker from God and to God.

Yes! You're the next!


                   Welcome Ho.Me :D

Thursday, 3 October 2013

Hati Baru Untuk IbreNa

Kasih,

                      “Dia adalah pemberian Tuhan”


Dia memiliki nama yang indah, diberi dan hadir diwaktu yang tepat sehingga membuat segalanya menjadi bertambah indah. Dia dianugerahkan kepada orang tua yang beruntung yang dipercayakan Tuhan untuk meneruskan mimpi Tuhan dalam hidup dia. Kedua orang tua tersebut adalah Bpk.Menson Tarigan  dan istri beliau, Ibu. Melva br Sitompul.


Dia dinamai dengan “IbreNa Nadine Elena br Tarigan”, yang berarti : Nadine Elena br Tarigan yang diberikan-NYA”

IbreNa berasal dari bahasa suku batak karo yang artinya : “yang di berikan-Nya atau pemberian-Nya”

Sekarang memasuki usia 1 tahun 4 bln dan sedang mengalami sakit pada hatinya. Penyumbatan yang terdapat pada hati IbreNa membuat gadis kecil ini hanya memiliki bobot 5,9 kg.



Kelihatannya IbreNa seperti sedang berjuang untuk bertahan hidup tapi sebenarnya IbreNa lah yang mengajarkanku untuk berjuang.

“Kehadiranmu memancarkan kekuatan kasih, nak. Masih banyak yang harus IbreNa kerjakan didunia ini. Mewujudkan visi Tuhan yang sudah Tuhan taruh dalam mimpri IbreNa. Menjadi generasi penerus kerajaan Allah”

Puji Tuhan sekali.. 3 hari kemudian ketika kami menjenguk gadis kecilnya Tuhan ini, keadaanya sudah semakin membaik.
IbreNa sudah mau makan! ^_^



Sukacita Surga sekali melihat IbreNa lahap makan dan sudah mau salam cium tangan ketika kami berpamitan pulang. Yei! J


Bibi jumbo, Tante Ika dan tak ketinggalan sang fotografer Ny.Manurung. Kami pulang dengan penuh syukur dan penuh harap.

"Sebentar lagi, ketika melihat foto diatas..  IbreNa sudah pasti bisa mengurutkan mana porsi yang terbesar hingga terkecil ya, nak! :D"

Kasih, mari kita bertemu dalam doa untuk IbreNa. Hati baru untuk IbreNa melalui Via Doa kita.

IbreNa bisa membagi senyum dan tawanya, berlari, memborong piala kemenangan dengan hati barunya.

Berharap kelak dia membaca tulisan sederhana ini yang ku persembahkan teruntuk ndu yang istimewa si gadis kecil-Nya Tuhan, IbreNa Nadine Elena br Tarigan.

“Tumbuh cerdas menjadi kebanggaan Tuhan dan Orang Tua, nak.”

Peluk Kasih dari Ude Tigan dan setiap pembaca.



Penutup, Tuhan Memberkati si pembaca.

Sunday, 15 September 2013

Beautiful Words from Philippians.

Hallo, Kasih!

Teruntuk yang spesial si "22 my age", Ruphita Ruth Mamiuri Tobing.

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa dengan sukacita. Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah. Karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus - itu memang jauh lebih baik. Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.

Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan", bagi kemuliaan Allah, Bapa! Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia. 

Akhirnya saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hati ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang ku lakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Jadi Akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu. Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
Dimuliakanlah Allah dalam Bapa kita selama-lamanya! Amin.

Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai rohmu! 

:)