Monday, 19 May 2014

Rut Hampir di Perut Ikan !

                                       “ALLAH saja sudah cukup.”


         Tulisan ini adalah tugas yang wajib ku lunaskan kepada seorang adik perempuan yang juga mengagumi sang Pencipta. Untuk kam, Gustia :  Sempat berpikir bahwa aku terjebak dalam percakapan dengan ndu karena sesungguhnya aku juga sedang dalam situasi yang sama. Ya.. kita sama-sama terjebak dalam banyaknya batu pijakan untuk kita melompat! Maka dari itu, aku meminta waktu lebih ke kam untuk menyelesaikan tugas penjelasan ini. Aku menunggu maksud dari Tuhan dengan amat kebingungan. Hingga aku meminta untuk tidak menjelaskan hanya dengan teori melainkan dilengkapi dengan kesaksian. Dan inilah dia jawaban dari kakak untuk pertanyaan ndu, dekku. J


        Akhir Mei ini, genap setahun 3 bulan aku di kampung halaman, Binjai. Dan selama itu jugalah aku sering ingin berlari dari kota ini, selama itu jugalah aku sering kesal sama Tuhan. Begitu banyak pilihan yang berbondong-bondong menyerbuku untuk berlari. Tetapi, Tuhan malah mempertemukanku dengan anugerah-anugerahNya untukku bertahan disini. Dan.. semakin sering aku bertemu dengan anugerah-anugerah itu, maka semakin seringlah ku ucapkan ini:
“Arghh.. apa ini maksudnya Tuhan? Wong aku ga tau opo-opo kok. Jebakan batman ini!!!”

        Banyak proses kejadian-kejadian ajaib yang ku lalui selama disini. Sampai akhirnya, Tuhan memberikanku kesempatan di tanggal 3 & 4 Mei 2014 lalu untuk mengambil bagian melalui ajakan sahabatnya kakakku yang menjadi pembicara di Retreat Keluarga Besar STMIK KAPUTAMA Binjai di Deli Tua, Talun Kenas.

Dengan subtema: “Hal yang paling beresiko yang pernah kita lakukan adalah ketika kita menyerahkan kehidupan kita kepada Kristus.”

JLEB! Tau gitu temanya.. ga usa ikutan aja deh *jebakan batman again -__-‘

        Sesuai kesepakatan, bagianku adalah bagian sesi doa dalam acara retreat tersebut. Karena Roh Kudus tercurah saat itu, banyak adik-adik KAPUTAMA yang disentuh sehingga menangis kencang bahkan ada yang sampai tersungkur pada Allah meminta keberanian untuk melompat, untuk mengambil resiko. Termasuk aku! (mungkin mereka tidak menyadarinya.. bahwa aku ini juga sedang meminta hal yang sama)
“Bapa, selama ini aku ingin sering berlari..tetapi selalu tak dapat. Okeehh.. kali ini aku ingin melompat! Bagaimana menurut Kam, Bapa?”

Setelah acara itu, aku pulang membawa keberanian lebih! J

Ya.. aku meminta lompat..tetapi Tuhan malah memberiku begitu banyak batu loncatan untuk di pijak. *mau ngasi jebakan batman lagi, Tuhan?

         Beberapa hari setelah itu, ada batu loncatan yang besar dan nyaman untuk di pijak, yaitu: diterima di slaah satu perusahaan ddi Jakarta. Lalu apa? Yang ku bayangkan adalah akhirnya aku bakalan bisa beli susu buat Mamak pakek uang hasil kerja sendiri dan sukacita! Lalala yeyeye..
But you know what guys.. “STILL CAN NOT”

          Kembali melihat wajah anugerah-anugerah itu. Senyum, tawa, sedih, cerita..mereka penuh warna! Aku suka banyak warna. Akhirnya, ntah mengapa ku putuskan untuk tidak melompat di batu pijakan itu. Mungkin salah satu faktor aku tak mampu melepaskan anugerah-anugerah ini adalah karena mereka seperti pelangi, penuh warna. It means.. see you next time "JOB!"  

Apa setelah mengambil resiko itu aku lega? TENTU TIDAK!

Seiprit dari omelan ga jelasku ke DIA:
   “Tuhan, aku mau marah sama Kam! Apa si maksudnya Tuhan?? Aku mau meraih mimpi!! Aku ini wanita yang tidak ingin nantinya hanya sebatas mempunyai usia yang matang tetapi juga ingin penghasilan matang, karakter yang matang..pokoknya pribadi jasmani rohani yang matanglah buat masa depan kelak! Kalau begini terus kapan bisa matangnya Tuhan??!!! Gemesss dehhh.. Disini tuh aku cuman modal “mau”  Tuhan, aku ga tau apa-apa! tapi sampai kapan Tuhan maunya aku tuh kek gini?”

Bla bla bla and blaaaa... inilah dia puncaknya: 17 Mei, sampai lah di hari KKR Sumatera For Jesus, Festival Kuasa Allah oleh Pdt.Philip Mantofa di Polonia, Medan.

           Aku bersama sebanyak 27 anugerah-anugerah itu dibawa terbang ke awan-awan permai, ada aliran listrik di tubuh, lidah kami pun mengucapkan bahasa yang tak dimengerti, bahkan ada yang di bawa jalan-jalan oleh Tuhan ke berbagai negara. Dan hal ini adalah kerinduan yang sudah sangat lama kami inginkan terjadi dalam hidup kami. Namun, sebelum aku mengalami itu, Tuhan menyuruhku untuk membuka mata dan melihat anugerah-anugerah itu mengalami ini (kerinduan mereka). Lalu aku bersukacita..sangat bersukacita dan aku menutup mataku, kembali di bawaNya semakin terbang tinggi!

         Setelah itu, ketika Pdt.Philip menjelaskan bahwa tersedia kolam baptisan bagi siapa saja yang ingin di baptis. Maka, 9 orang dari 27 anugerah itu menghampiriku dan berkata : “Kak, aku mau di baptis!”

          Menemani mereka menuju kolam, satu per satu memeluk mereka sebelum nyemplung ke air, menyaksikan mereka ditenggelamkan lalu muncul kembali di permukaan air, sampai akhirnya mereka keluar dengan baju gantinya dan tersenyum lalu kembali kami berpelukan. HARI BARU!

          Ternyata inilah hasil dari resiko yang ku ambil. Sukacita yang kurasakan tak kan pernah sebanding dengan diterimanya aku bekerja, meski itu perusahaan yang bonafit. Posisi yang akan ku dapatkan di perusahaan mungkin tak kan pernah sebanding membuatku merasa sangat berarti seperti sekarang ini.  :’)
       Dan kalau aku tidak mau dicampakkan ke Binjai City ini, aku tak kan mendapatkan hadiah pemberian kata-kata melalui sebuah lagu yang berjudul "Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki", by: SO7
Meski sebenarnya.. akulah yang bertemu dengan anugerah-anugerah yang indah dari Tuhan disini.



Kata Resiko memang menakutkan, menyulitkan, menuntut, dan tidak nyaman. Namun, berserah kepada Allah tanpa menyerah sungguh setimpal karena Allah saja sudah cukup.

Ya.. sesungguhnya Allah memakai adik-adik ini semua untuk membuatku berani mengambil resiko. Kalianlah batu pijakanku untukku melompat. Adik-adik ini kusebut anugerah-anugerah dari Tuhan, ku panggil dengan kesayangan-kesayangan. *hug






Yuk kesayangan-kesayangan..kita berdoa bersama-sama melalui doa yang kakak kutip sebagian dari J.R.BRIGGS dalam bukunya yang berjudul “Ketika Tuhan berkata LOMPAT!”

“Tuhan jadikanlah aku pemberani. Berani untuk berdoa dengan sepenuh hati, berani untuk mengenalkan Kristus, untuk hidup penuh arti, berani untuk tertawa dengan keras, perduli dengan tulus, mengasihi dengan penuh keindahan, mudah untuk mengampuni, hidup yang kaya, berani untuk berbuat sesuatu yang orang lain pikir tidak dapat aku lakukan, berani untuk memenangkan petualangan, BERANI UNTUK MEMBUAT SEJARAH. Akan sangat berbeda jadinya jika dunia ini dipenuhi orang-orang yang hidup dengan berani dan bergairah akan misi Kristus. Dan bagaimana jika hal itu dimulai dari diri aku? Bagaimana rasanya jika dikenal sebagai seorang yang liar, berbahaya dan tidak takut pada siapapun atau apapun? Tuhan, inilah hidup yang ingin ku persembahkan bagiMu. Amin”


Untuk jawaban tepat atau tidak, melangkahlah dengan iman. Seandainya pun jalan yang kita pilih jauh dari jalan yang Tuhan mau atas hidup kita, Tuhan tetap akan menuntun untuk kembali.

Ada seseorang yang mengatakan ini padaku: “HIS plan.. you will find the journey.”


APA JADINYA JIKA TADINYA AKU TIDAK BERANI MENGAMBIL RESIKO INI? 
Sudah pastilah sekarang aku berada di PERUT IKAN!  ^_^




Tulisan sederhana yang penuh salam berani & kasih mesra dariku, God Bless.